<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ungkapan Seorang Insan &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://atma.blogmalhikdua.com/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://atma.blogmalhikdua.com</link>
	<description>Semua Terungkap Karena KeAgungan-Mu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 Jan 2010 09:12:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Mampukah Kita Mencintai Tanpa Syara</title>
		<link>http://atma.blogmalhikdua.com/2010/01/29/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syara/</link>
		<comments>http://atma.blogmalhikdua.com/2010/01/29/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 02:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Mampu]]></category>
		<category><![CDATA[Syara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atma.blogmalhikdua.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Based on True Story.. Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Based on True Story..</p>
<p>Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun<span id="more-84"></span></p>
<p>Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.</p>
<p>Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.</p>
<p>Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.</p>
<p>Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.</p>
<p>Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.</p>
<p>Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka  dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.</p>
<p>Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata &#8221; Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak  merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak&#8230;&#8230;. ..bahkan  bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu&#8221; dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya &#8220;Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan  mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami  sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian&#8221;.</p>
<p>Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.&#8221; Anak2ku &#8230;&#8230;&#8230; Jikalau perkawinan &amp; hidup didunia ini hanya untuk  nafsu, mungkin bapak akan menikah&#8230;.. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,&#8230; kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya  seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.&#8221;</p>
<p>Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..<br />
Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak  bisa apa2..</p>
<p>disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak  Suyatno bercerita.<br />
&#8220;Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran,  perhatian ) adalah kesia-siaan.<br />
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..</p>
<p>Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,&#8221;</p>
<p>Sumber: Hengkie Ong</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atma.blogmalhikdua.com/2010/01/29/mampukah-kita-mencintai-tanpa-syara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>Cinta Sejati tak akan Pernah Meminta Pembuktian</title>
		<link>http://atma.blogmalhikdua.com/2009/01/05/cinta-sejati-tak-akan-pernah-meminta-pembuktian/</link>
		<comments>http://atma.blogmalhikdua.com/2009/01/05/cinta-sejati-tak-akan-pernah-meminta-pembuktian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 15:57:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Bukti]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atma.blogmalhikdua.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[cinta sejati tak akan meminta untuk pembuktian cinta tersebut,&#8230; cinta sejati akan datang dan pergi dengan sendiri_a,.. itu bkn wujud dari cinta,.. melainkan rasa,&#8230;rasa dan rasa,.. cinta itu berjalan tanpa disadari,.. cinta itu abstrak,,..tak bisa digambarkan,.. kalau aku berani mati karena dia atas nama cinta,..itu salah,..itu bukan cinta,..itu adalah sebuah akibat dari cinta,&#8230; slama ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">cinta sejati tak akan meminta untuk pembuktian cinta tersebut,&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">cinta sejati akan datang dan pergi dengan sendiri_a,..</p>
<p class="MsoNormal">itu bkn wujud dari cinta,..<span id="more-19"></span></p>
<p class="MsoNormal">melainkan rasa,&#8230;rasa dan rasa,..</p>
<p class="MsoNormal">cinta itu berjalan tanpa disadari,..</p>
<p class="MsoNormal">cinta itu abstrak,,..tak bisa digambarkan,..</p>
<p class="MsoNormal">kalau aku berani mati karena dia atas nama cinta,..itu salah,..itu bukan cinta,..itu adalah sebuah akibat dari cinta,&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">slama ini aku menilai kamu dari sudut pandang aku,..km tak pernah mengerti apa itu cinta,.tak menghargai cinta seseorang,&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">km tak mau mmbuka hati kpd ssorang yg benar&#8221;mencintai km,,&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">km berkorban untuk ssorang yang kamu cintai,..itu adalah akibat dari cinta,..</p>
<p class="MsoNormal">apakah kamu masih ingat???</p>
<p class="MsoNormal">aku cinta ma km,..</p>
<p class="MsoNormal">n aku tak pernah tau,apa yang menyebabkan aku cinta kpd kmu,..</p>
<p class="MsoNormal">tapi km,&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal">km masih egois dengan hati kamu sendiri,&#8230;</p>
<p class="MsoNormal">km tlah mmbuang kesempatan dari cinta sejati ini,&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atma.blogmalhikdua.com/2009/01/05/cinta-sejati-tak-akan-pernah-meminta-pembuktian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>Seuntai Kata Cinta</title>
		<link>http://atma.blogmalhikdua.com/2009/01/05/seuntai-kata-cinta/</link>
		<comments>http://atma.blogmalhikdua.com/2009/01/05/seuntai-kata-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 15:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Memberi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atma.blogmalhikdua.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita ingin mencintai seseorang dengan berharap ia memenuhi dulu persyaratan-persyaratan yang kita tetapkan (agar dapat mencintainya), maka kita akan selalu menemui kekecewaan dan senantiasa sulit untuk dapat mencintai. Namun bila cinta diartikan MEMBERI maka kita akan selalu dapat mencintai. Kita tidak pernah menuntut atau mengharap dia melakukan sesuatu untuk kita, melainkan selalu berpikir apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila kita ingin mencintai seseorang dengan berharap ia memenuhi dulu persyaratan-persyaratan yang kita tetapkan (agar dapat mencintainya), maka kita akan selalu menemui kekecewaan dan senantiasa sulit untuk dapat mencintai.<span id="more-17"></span></p>
<p>Namun bila cinta diartikan MEMBERI maka kita akan selalu dapat mencintai.</p>
<p>Kita tidak pernah menuntut atau mengharap dia melakukan sesuatu untuk kita, melainkan selalu berpikir apa yang bisa kita berikan untuknya.</p>
<p>Hal terpenting yang menjadi kunci tetap tersemainya cinta adalah bila kita selalu mendapat suplai dari sumber cinta yakni ALLAH SWT. Maka gantungkanlah diri pada Zat Pemasok Cinta yang hakiki, sehingga cinta itu takkan ada habis-habisnya. Ia akan selalu tumbuh kembang, bersemi dan terawat dengan baik.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam&#8230;:-)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atma.blogmalhikdua.com/2009/01/05/seuntai-kata-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
	</channel>
</rss>
